Kamis, 27 Desember 2012

Disabilitas, Sahabat Sejatiku

Sahabat adalah suatu anugerah yang diberikan tuhan untuk kita, ia tahu akan apa yang kita rasakan, ia ada di setiap kita butuh, setiap kita merasa suka, bahkan saat kita berduka. Di setiap kegelapan, sahabat akan memberikan sinarnya yang akan menerangi jalan kita agar kita tidak tersesat yang kemudian terjatuh lebih dalam di kegelapan.
Namun, seorang sahabat tidaklah ada yang sempurna, ia tidak bisa seutuhnya menjadi milik kita yang selalu berbagi serta menemani langkah kita, sebab ia juga memiliki kehidupan sendiri yang harus dijalani.
Berbeda dengan sahabatku yang satu ini, ya... sahabat disabilitasku, ia ada sejak aku kecil, ia selalu ada di setiap langkah kakiku, ada disetiap detak jantungku, dan ada disetiap hembusan nafasku. Ia begitu setia menemani hidup yang sementara ini, ia sungguh mengerti diriku sebab ia bisa membuatku merasakan cinta dan kasih sayang dari orang – orang terdekatku, sementara saat belum aku sadari, hal yang dapat aku rasakan adalah hanya rasa putus asa dan penyesalan yang menyelimuti hati dan otak ini. Sahabat disabilitasku dapat memotivasi diriku, agar aku bisa menjadi lebih baik dari orang yang normal, karena tidak semua orang normal dengan kelebihan yang mereka miliki dibanding aku, dapat merasakan kasih sayang dari orang- orang terdekatnya, namun aku berbeda, aku mempunyai kelebihan yang sangat istimewa yaitu sahabat disabilitasku. Disaat aku terbaring lemah, hanya sahabat disabilitasku yang mampu menemani tanpa mempunyai rasa lelah, tanpa merasakan kantuk yang untuk sesaat akan terlelap dan terlepas untuk menjagaku. Bahkan hingga detik terakhir dan hembusan nafas terakhir yang dapat aku hembuskan, hanya ia... sahabat disabilitasku yang mampu hadir menemani rohku yang perlahan - lahan lepas dari tubuhku. Dan mengantar tangis orang – orang terdekatku yang dapat aku artikan bahwa aku sangat berharga bagi mereka. Sehingga mereka tahu betul tentang hal apa yang selama ini menemani hari - hariku.
Sahabat disabilitasku, dirimu sangat dekat denganku, dimulai dari aku lahir, kemudian aku berkembang tumbuh dewasa, engkau mampu memotivasi diri ini untuk bertahan menghadapi rintangan hidup, hingga engkau mengantar aku pulang ke surga dengan kesetiaan yang secara perlahan aku lepas darimu dan untukmu wahai sahabat.
Terimakasih sahabatku, denganmu aku dapat merasakan kasih sayang orang –orang terdekatku, denganmu aku bisa merasakan indahnya hidup walau itu terasa sekejap, denganmu aku dapat bersyukur dan selalu berdoa kepada tuhan yang menjadikan aku merasa dekat dan beriman kepada-Nya, serta denganmu aku dapat mengetahui arti kesetiaan yang kau berikan. Hanyalah engkau sahabat sejati yang dapat memberikan semua ini.