Kamis, 27 Desember 2012

Disabilitas, Sahabat Sejatiku

Sahabat adalah suatu anugerah yang diberikan tuhan untuk kita, ia tahu akan apa yang kita rasakan, ia ada di setiap kita butuh, setiap kita merasa suka, bahkan saat kita berduka. Di setiap kegelapan, sahabat akan memberikan sinarnya yang akan menerangi jalan kita agar kita tidak tersesat yang kemudian terjatuh lebih dalam di kegelapan.
Namun, seorang sahabat tidaklah ada yang sempurna, ia tidak bisa seutuhnya menjadi milik kita yang selalu berbagi serta menemani langkah kita, sebab ia juga memiliki kehidupan sendiri yang harus dijalani.
Berbeda dengan sahabatku yang satu ini, ya... sahabat disabilitasku, ia ada sejak aku kecil, ia selalu ada di setiap langkah kakiku, ada disetiap detak jantungku, dan ada disetiap hembusan nafasku. Ia begitu setia menemani hidup yang sementara ini, ia sungguh mengerti diriku sebab ia bisa membuatku merasakan cinta dan kasih sayang dari orang – orang terdekatku, sementara saat belum aku sadari, hal yang dapat aku rasakan adalah hanya rasa putus asa dan penyesalan yang menyelimuti hati dan otak ini. Sahabat disabilitasku dapat memotivasi diriku, agar aku bisa menjadi lebih baik dari orang yang normal, karena tidak semua orang normal dengan kelebihan yang mereka miliki dibanding aku, dapat merasakan kasih sayang dari orang- orang terdekatnya, namun aku berbeda, aku mempunyai kelebihan yang sangat istimewa yaitu sahabat disabilitasku. Disaat aku terbaring lemah, hanya sahabat disabilitasku yang mampu menemani tanpa mempunyai rasa lelah, tanpa merasakan kantuk yang untuk sesaat akan terlelap dan terlepas untuk menjagaku. Bahkan hingga detik terakhir dan hembusan nafas terakhir yang dapat aku hembuskan, hanya ia... sahabat disabilitasku yang mampu hadir menemani rohku yang perlahan - lahan lepas dari tubuhku. Dan mengantar tangis orang – orang terdekatku yang dapat aku artikan bahwa aku sangat berharga bagi mereka. Sehingga mereka tahu betul tentang hal apa yang selama ini menemani hari - hariku.
Sahabat disabilitasku, dirimu sangat dekat denganku, dimulai dari aku lahir, kemudian aku berkembang tumbuh dewasa, engkau mampu memotivasi diri ini untuk bertahan menghadapi rintangan hidup, hingga engkau mengantar aku pulang ke surga dengan kesetiaan yang secara perlahan aku lepas darimu dan untukmu wahai sahabat.
Terimakasih sahabatku, denganmu aku dapat merasakan kasih sayang orang –orang terdekatku, denganmu aku bisa merasakan indahnya hidup walau itu terasa sekejap, denganmu aku dapat bersyukur dan selalu berdoa kepada tuhan yang menjadikan aku merasa dekat dan beriman kepada-Nya, serta denganmu aku dapat mengetahui arti kesetiaan yang kau berikan. Hanyalah engkau sahabat sejati yang dapat memberikan semua ini.

Rabu, 26 Desember 2012

Cara Sakti Untuk Melestarikan Sumber Air




Air adalah unsur alam terpenting dalam kehidupan, untuk kelangsungan hidup, semua makhluk butuh akan adanya air, mulai dari tumbuhan, hewan serta manusia. Dalam kajiannya, air adalah sumber daya alam yang tidak terbatas / sumber daya yang dapat di perbaharui, memang hal itu adalah benar, namun fakta yang ada sekarang, untuk mendapat air yang bersih dan dapat di konsumsi adalah hal yang sulit contohnya untuk daerah perkotaan yang di sebabkan adanya banyak pabrik yang “memproduksi” limbah yang kemudian mencemari sumber air. Jika ini berlangsung terus – menerus sementara jumlah penduduk meningkat, yang kemudian akan berdampak pada perluasan wilayah, serta perkembangan industri yang semakin cepat, maka hal ini dapat berdampak buruk bagi semua makhluk
            Kelangkaan air bersih di perkotaan juga disebabkan karena pembuangan sampah sembarang di sungai, yang akhirnya akan mengkotori air dan tidak sehat untuk kita gunakan, hal ini berkaitan dengan sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap kebersihan air serta akibat – akibat yang dapat ditimbulkan jika pembuangan sampah di alokasikan ke sungai. Memang benar kita sangat mudah mendapatkan air, namun tentu bukan air bersih yang sehat, melainkan air kotor yang tidak dapat di gunakan.
            Penebangan pohon di hutan tanpa penanaman kembali juga merupakan salah satu faktor dalam kelangkaan air yang ada, menurut saya saat ini hutan adalah aset berharga yang hampir punah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya hewan yang keluar dari hutan untuk berlindung yang kemudian bertransmigrasi ke pemukiman penduduk dan pada akhirnya akan mengganggu kelangsungan hidup manusia.
            Air adalah hal yang seharusnya berharga murah dan mudah di dapat, namun sekarang jika kita sadari, dengan fakta – fakta permasalahan air di suatu daerah, yang akhirnya mengakibatkan penduduk harus antri untuk mendapat air bersih, dengan ini air bisa dikatakan lebih mahal dari bahan bakar minyak yang mudah di dapat. Padahal BBM adalah sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui, kenapa hal ini bisa terjadi? Tentu hal ini akan menarik untuk kita bicarakan.
            Dari masalah – masalah yang saya uraikan di atas, kita dapat mengambil beberapa benang merah untuk masalah tersebut, yang antara lain karena limbah industri yang mencemari sumber air, pembuangan sampah ke sungai, sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap air, penebangan pohon yang tidak disertai dengan penanaman kembali.
            Menurut saya, beberapa solusi dari masalah – masalah di atas adalah :

1.      Masalah limbah industri

Limbah industri adalah masalah di berbagai daerah, yang berimbas pada rusaknya alam, contoh nyata yang hampir semua orang rasakan adalah pemanasan global. Selain itu adalah masalah pencemaran air yang sangat meresahkan.
Saya berpendapat atas masalah ini adalah dengan cara pengawasan pembuangan limbah, fokusnya pada pembuangan air, kita bisa menggunakan saluran air untuk mengatasi masalah ini, tentu dengan suatu alat penyaringan yang dipasang pada saluran air, seperti penyaringan pada sistem penyaringan lambat yang dikombinasikan dengan sistem penyaringan cepat , yaitu dengan penambahan pasir, kerikil dengan ukuran yang menaik, artinya adalah jumlah kerikil bertahap kebih banyak dengan 3 tingkatan, misalnya pertama 2cm, kedua 5cm, ketiga 7cm dengan tingkat kehalusan yang bebeda pula, kemudian di akhir diberi bebatuan yang di tata mendatar pada lubang saluran air, kemudian kita bisa gunakan bakteri Aerobacter sp, Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp, Saccharomyces C, Bacillus sp untuk menguraikan limbah. Dengan ini paling tidak kita akan mengurangi adanya polusi air.
Ilustrasinya adalah sebagai berikut :



Warna air yang agak gelap adalah air yang mengandung limbah, kemudian dengan diberi penyaringan berupa sistem penyaringan lambat yang di kombinasikan dengan sistem penyaringan cepat (pada tengah gambar) akan menghasilkan air yang lebih bersih. Setelah itu air yang lolos di tampung dalam penampungan dan diberi bakteri Aerobacter sp, Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp, Saccharomyces C, Bacillus sp yang dapat menguraikan limbah, kemudian disaring lagi agar air benar – benar bersih sebelum mengalir ke sungai. Hal ini memang agak sulit, namun kebijakan industri saya rasa dapat melakukan hal ini.

2.      Masalah pembuangan sampah ke sungai

Membuang sampah di sungai sudah menjadi tradisi hampir di semua kalangan, menurut saya hal ini dikarenakan adanya rasa malas yang memilih cara instan untuk membuang sampah di sungai tanpa melihat dampak buruk yang menanti di depan. Jika solusi kita fokuskan terhadap perbaikan perilaku masyarakat, ini hal ini tidaklah efisien. Sebab “mengatur” orang adalah hal yang sulit, pastinya ada pro dan kontra.
Saya berpendapat jika kita pasang alat untuk tiap ujung sungai / tiap pintu air seperti halnya penyaringan yang saya maksud di atas pada permasalahan limbah, kita dapat lebih mudah membersihkan air, maksud saya adalah memanfaatkan / membersihkan air sungai sebelum mancapai laut, yang akhirnya akan menjadi air asin yang tidak dapat kita gunakan, dengan sistem pembersihan seperti itu kita akan melihat air bersih di sungai. Sehingga kapasitas air bersih akan bertambah.
Hal lain dapat kita lakukan misalnya kita ambil air sungai kemudian kita tampung di sebuah penampungan, pada penampungan tersebut kita endapkan dengan tawas dan diberi kaporit, yang saya sebut dengan water purifier sederhana, ide saya adalah untuk lebih memanfaatkan air sungai yang ada tanpa “membuangnya” ke laut dengan sia – sia.
Dengan mekanisme sebagai berikut :



          
Keterangan :
  •  Atap adalah bahan yang menyerap panas, hal ini dimaksudkan agar pada siang hari air terkena panas matahari yang akan membunuh bakteri yang ada, memang tidak sampai 100° C, tapi jika kita lihat saat ini panas di siang hari saya rasa cukup untuk membunuh bakteri, namun panas yang ada tidak menguraikan bakteri yang terkandung di atap, kita gunakan bahan yang aman.
  • warna biru adalah Air dari sungai yang kita tampung
  • pipa putih adalah pipa untuk mengalirkan air yang bersih
  • lubang di kanan penampungan adalah lubang pada penampungan sebagai lubang penyaluran air ke pipa
  • kubang di kiri adalah saluran / lubang untuk pembuangan kotoran, pada lubang saluran air dan lubang pembuang kotoran tidak di buat sejajar hal ini dimaksudkan agar pada saat air mengalir, kotoran yang mengendap tidak terbawa oleh air. Sehingga kita dapatkan air yang cukup bersih, kemudian kotoran yang mengendap tersebut bisa kita buang melalui saluran pembuangan kotoran.

            Kemudian kita salurkan air yang bersih tadi ke penampungan lain (bak mandi atau sebagainya), memang hal ini akan membuat sebagian orang merasa jijik, namun saya rasa air ini cukup bersih sehingga dapat kita gunakan untuk keperluan mandi, jika untuk kita minum kita dapat gunakan pure it agar lebih steril dan sehat, bersih dari segala kuman sehingga kita dapatkan air yang siap untuk diminum.


3.      Masalah sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap air

Kebanyakan dari orang tidak hemat dalam penggunaan air, misalnya terkadang kita lupa akan air yang sedang kita isi ke bak mandi, yang akhirnya akan meluap dan air terbuang sia – sia. Sekali lagi, jika kita mengubah perilaku orang, hal ini adalah sulit, maka menurut saya solusinya adalah kita gunakan suatu alarm yang jika air tersebut sampai di permukaan, alarm akan berbunyi sebagai tanda bahwa bak air sudah penuh.
Mekanismenya adalah sebagai berikut :



Pada bagian kanan bak, kita lihat suatu alat, jika di perbesar adalah sebagai berikut :


Tombol alarm, gunakan tombol yang sensitif, agar jika terkena sedikit sentuhan, tombol ini akan berfungsi.




Suatu bahan yang dapat mengapung, sehingga air mengapungkan bahan ini dan “menabrak” tombol alarm.
 
  Ilustrasinya adalah seperti gambar di samping, permasalahan utamanya adalah antara listrik dan air jika bertemu akan mengakibatkan konsleting, namun solusi saya adalah, timah yang ada kita masukkan kedalam suatu bola yang terbuat dari bahan lunak, sehingga air tidak dapat masuk dan sensitifitas tombol alarm juga masih ada.










Bisa di lihat pada gambar di bawah ini :


 Bagian yang coklat adalah timah (penghantar listrik) sementara bolanya adalah penyelubung untuk menghindari masuknya air.
Bola terbuat dari bahan yang lunak, misalnya karet, yang jika ditekan akan tetap naik.



                            Selain itu, jika kita berbicara tentang masyarakat, tentu hal ini mengenai banyak pihak, terutama pemerintah, terlebih kita bicarakan adalah air yang menjadi tanggung jawab kita bersama, yang saya maksudkan disini adalah tentang sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya air. Pengggunaan air yang secukupnya, mematikan keran air, mengefisiensikan air saat mencuci peralatan makan yang biasanya cara mencuci adalah dengan air mengalir dari keran, hal ini tanpa kita sadari adalah pemborosan, sementara solusinya adalah dengan menampung dahulu air, kemudian baru kita cuci peralatan, dan sebagainya. Serta pengadaan sumur sebagai sumber air terdekat bagi warga, sehingga kita tidak menghabiskan air tanah dalam (air yang berada di lapisan tanah terbawah, yang biasanya di ambil dengan pengeboran) yang jika habis akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan lapisan – lapisan yang ada di dalam bumi.

4.      Masalah penebangan pohon yang tidak di sertai penanaman kembali

                Fakta saat ini menunjukkan maraknya penebangan pohon secara berlebihan, yang mengakibatkan berbagai masalah, memang pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menggalakkan penanaman seribu pohon di berbagai daerah.
                Saran saya berikutnya adalah dimulai dari diri kita, dimulai dari lingkungan sekitar kita. Memang pertumbuhan penduduk sangat pesat sehingga muncul bangunan – bangunan beton yang menjadi tempat hidup manusia, dengan ini akan berkurangnya lahan penghijauan, perkotaan semakin padat dengan rumah yang berhimpit, dan sebagainya.
                Di mulai dari lingkungan sekitar kita, jika jumlah rumah semakin banyak, saran saya adalah bagaimana jika kita mewajibkan setiap rumah minimal ada 2 pohon yang “tertancap” di tanah, bukan di pot. Namun, bukan tanaman yang dapat merusak bangunan. Hal ini bisa dilakukan dengan adanya peran ketua RT / RW yang secara lebih dekat dapat memantau tiap rumah. Bayangkan jika hal ini dapat dilakukan di seluruh nusantara, tentu hal yang dapat kita lihat adalah penghijauan di pemukiman penduduk. Hal ini akan manambah kapasitas air bersih yang ada di bumi, selain itu akan menambah kadar oksigen yang dihasilkan tumbuhan tersebut.

            Hal di atas adalah beberapa cara sakti melestarikan sumber air bersih, di mulai dari diri kita, kesadaran akan pentingnya air, tentang kelangsungan hidup kita, serta tentang masa depan anak cucu kita kelak. Kita bisa dapatkan air bersih, kemudian kita gunakan pure it sebagai water purifier yang memiliki teknologi yang sangat membantu, agar mendapatkan air yang bebas dari kuman untuk kita konsumsi, kemudian akan menyehatkan tubuh kita. Maka dari itu mari kita jaga sumber air demi kelangsungan hidup di bumi, jangan biarkan bumi ini tanpa air bersih. Bersih air kita, jernih otak kita, sehat tubuh kita, maka akan maju bangsa kita.

Sabtu, 22 Desember 2012

SEMARANG apakah anda tahu???

Kota Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Semarang)
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Semarang
—  Jawa Nuvola single chevron right.svg Jawa Tengah  —
Lambang Kota Semarang
Lambang
Moto: Semarang Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat)
Lokasi Kota Semarang di Pulau Jawa
Kota Semarang terletak di Indonesia
Kota Semarang
Lokasi Kota Semarang di Pulau Jawa
Koordinat: 6°58′0″S 110°25′0″E
Negara  Indonesia
Hari jadi 2 Mei 1547
Pemerintahan
 - Wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi
 - DAU Rp. 715.959.967.000,- [1]
Luas
 - Total 373,67 km2
Populasi (2006)[2]
 - Total 1.268.292
 Kepadatan 3.929/km²
Demografi
 - Suku bangsa Jawa, Tionghoa, Arab, dll.
 - Agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha
 - Bahasa Jawa, Indonesia
Zona waktu WIB
Kode telepon +62 24
SNI 7657:2010 SMG
Kecamatan 16
Situs web http://www.semarang.go.id
Kawasan Jalan Pahlawan Semarang pada tahun 2008.
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[3] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.

Geografi

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat. Fasilitas umum dan sosial yang mendukung aktivitas penduduk dalam bekerja maupun sebagai tempat tinggal juga telah terpenuhi. Banyumanik menjadi pusat pertumbuhan baru di Semarang bagian atas, dikarenakan munculnya aglomerasi perumahan di daerah ini. Dahulunya Banyumanik hanya merupakan daerah sepi tempat tinggal penduduk Semarang yang bekerja di Semarang bawah (hanya sebagai dormitory town). Namun saat ini daerah ini menjadi pusat aktivitas dan pertumbuhan baru di Kota Semarang, dengan dukungan infrastruktur jalan dan aksessibilitas yang terjangkau. Fasilitas perdagangan dan perumahan baru banyak bermunculan di daerah ini, seperti Carefour, Mall Banyumanik, Ada Swalayan, Perumahan Banyumanik, Perumahan Pucang Gading, dan fasilitas pendidikan baik negeri maupun swasta, seperti Undip, Polines, Unika, dll, dengan dukungan akses jalan tol dan terminal moda yang memperlancar transportasi. Cepatnya pertumbuhan di daerah ini dikarenakan kondisi lahan di Semarang bawah sering terkena bencana rob banjir.

Sejarah

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).
Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.
Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.
Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)
Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.
Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang dikepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.
Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

Daftar wali kota

Sejak 1945

Sejak tahun 1945 para wali kota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut:
  • Mr. Moch.lchsan
  • Mr. Koesoebiyono (1949–1 Juli 1951)
  • RM. Hadisoebeno Sosrowerdoyo (1 Juli 1951–1 Januari 1958)
  • Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958–1 Januari 1960)
  • RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961–26 April 1964)
  • Mr. Wuryanto (25 April 1964–1 September 1966)
  • Letkol. Soeparno (1 September 1966–6 Maret 1967)
  • Letkol. R.Warsito Soegiarto (6 Maret 1967–2 Januari 1973)
  • Kolonel Hadijanto (2 Januari 1973–15 Januari 1980)
  • Kol. H. Iman Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980–19 Januari 1990)
  • Kolonel H. Soetrisno Suharto (19 Januari 1990–19 Januari 2000)
  • H. Sukawi Sutarip SH. (19 Januari 2000–2010)
  • Drs.H.Soemarmo HS, MSi / Hendrar Prihadi, SE, MM. (2010–sekarang)

Daftar penguasa Semarang

Di bawah Kerajaan Demak

Di bawah Kesultanan Pajang dan Kesultanan Mataram

  • Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)
  • Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)
  • Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666)
  • Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)
  • Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)
  • Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)

Di bawah VOC

  • Raden Martoyudo atau Raden Sumoningrat (1743-1751)
  • Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadimenggolo (1751-1773)
  • Surohadimenggolo IV (1773-?)
  • Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)

Pemerintahan Hindia Belanda

  • Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)
  • Putro Surohadimenggolo (1841-1855)
  • Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)
  • RTP Suryokusurno (1860-1887)
  • RTP Reksodirjo (1887-1891)
  • RMTA Purbaningrat (1891-?)
Pemerintahan kemudian dibagi 2 : Kota Praja dan Kabupaten. Penguasa pribumi kemudian menjadi Bupati Semarang:
  • Raden Cokrodipuro (?-1927)
  • RM Soebiyono (1897-1927)
  • RM Amin Suyitno (1927-1942)
  • RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)
Sementara penguasa Belanda menjadi Wali Kota Semarang:
  • D. de Jongh (1916-1927)
  • A. Bagchus (1928-1935)
  • H.E. Boissevain (1936-1942)

Pemerintahan Republik Indonesia

  • R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan
  • M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)

Pemerintahan Republik Indonesia Serikat

  • RM. Condronegoro hingga tahun 1949

Setelah pengakuan kedaulatan

  • M. Soemardjito Priyohadisubroto (1946-1952)
  • R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).
Utuk Bupati selanjutnya buka halaman Kabupaten Semarang
Kotamadya Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah.

Pembagian administratif

Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan dan 177 kelurahan
Kecamatan Kelurahan
Banyumanik Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Sumurboto, Banyumanik, Semarang, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Tinjomoyo, Ngesrep
Candisari Candi, Jatingaleh, Jomblang, Kaliwiru, Karanganyargunung, Tegalsari, Wonotingal
Gajahmungkur Bendanduwur, Bendanngisor, Bendungan, Gajahmungkur, Karangrejo, Lempongsari, Petompon, Sampangan
Gayamsari Gayamsari, Kaligawe, Pandean Lamper, Sambirejo, Sawahbesar, Siwalan, Tambakrejo,
Genuk Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Gebangsari, Genuksari, Karangroto, Kudu, Muktiharjo Lor, Penggaron Lor, Sembungharjo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Trimulyo
Gunungpati Cepoko, Gunungpati, Jatirejo, Kalisegoro, Kandri, Mangunsari, Ngijo, Nongkosawit, Pakintelan, Patemon, Plalangan, Pongangan, Sadeng, Sekaran, Sukorejo, Sumurejo
Mijen Bubakan, Cangkiran, Jatibaran, Jatisari, Karangmalang, Kedungpani, Mijen, Ngadirgo, Pesantren, Polaman, Purwosari, Tambangan, Wonolopo, Wonoplumbon,
Ngaliyan Bambankerep, Beringin, Gondoriyo, Kalipancur, Ngaliyan, Podorejo, Purwoyoso, Tambak Aji, Wonosari
Pedurungan Gemah, Kalicari, Muktiharjo Kidul, Palebon, Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor, Pedurungan Tengah, Penggaron Kidul, Plamongan Sari, Tlogomulyo, Tlogosari Kulon, Tlogosari Wetan,
Semarang Barat Bojongsalaman, Bongsari, Cabean, Gisikdrono, Kalibanteng Kidul, Kalibanteng Kulon, Karangayu, Kembangarum, Krapyak, Krobokan, Manyaran, Ngemplaksimongan, Salamanmloyo, Tambakharjo, Tawangmas, Tawangsari
Semarang Selatan Barusari, Bulustalan, Lamper Kidul, Lamper Lor, Lamper Tengah, Mugassari, Peterongan, Pleburan, Randusari, Wonodri
Semarang Tengah Bangunharjo, Brumbungan, Gabahan, Jagalan, Karangkidul, Kauman, Kembangsari, Kranggan, Miroto, Pandansari, Pekunden, Pendrikan Kidul, Pendrikan Lor, Purwodinatan, Sekayu
Semarang Timur Bugangan, Karangtempel, Karangturi, Kebonagung, Kemijen, Mlatibaru, Mlatiharjo, Rejomulyo, Rejosari, Sarirejo, Bandarharjo
Semarang Utara Bulu Lor, Dadapsari, Kuningan, Panggung Kidul, Panggung Lor, Plombokan, Purwosari, Tanjungmas
Tembalang Bulusan, Jangli, Kedungmundu, Kramas, Mangunharjo, Meteseh, Rowosari, Sambiroto, Sendangguwo, Sendangmulyo, Tandang, Tembalang
Tugu Jerakan, Karanganyar, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Randu Garut, Tugurejo

Penduduk

Semarang pada tahun 1770.
Penduduk Semarang umumnya adalah suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.

Olahraga

PSIS Semarang merupakan satu-satunya klub sepak bola profesional di Kota Semarang. Pada musim 1999, PSIS berhasil menjadi juara Liga Indonesia, namun pada musim kompetisi 2000 terdegradasi ke Divisi I. Pada musim 2006 bermain di Divisi Utama Liga Djarum Wilayah 1 dan meraih juara kedua setelah dalam final kalah 0–1 oleh Persik Kediri Pada tahun ini PSIS kembali berlaga di Indonesia Super League tanpa dana bantuan APBD sama sekali.
Semarang United FC merupakan klub sepak bola yang mengikuti turnamen dalam ajang Liga Primer Indonesia.

Julukan

Kota Semarang mempunyai julukan sebagai:
  • Venice van Java[5]
Semarang dilalui banyak sungai di tengah kota seperti di Venice (Italia), sehingga Belanda menyebut Semarang sebagai Venice van Java.
  • Kota Lumpia
Lumpia adalah makanan khas Semarang, yang terbuat dari akulturasi 2 budaya yaitu budaya Jawa dan China.
  • Kota Atlas
Semarang Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat).

Pariwisata

Obyek Wisata Lawang Sewu

Wisata Alam

Wisata Sejarah

Wisata Religi

Wisata Keluarga

Wisata Belanja

  • Pasar Johar, di Kelurahan Kauman
  • Citra Land Mall, di Kawasan Simpanglima
  • Java Mall, di Kelurahan Peterongan
  • Paragon Mall, di Kelurahan Karang Kidul

Acara

Rupa-Rupa

Masakan

Makanan khas Semarang antara lain adalah:

Jajan

Jajanan Pasar khas Semarang antara lain adalah:

Minuman

Minuman khas Semarang antara lain adalah:

Oleh-Oleh

  • Roti Gandjel Rel
  • Lumpia
  • Tahu Bakso Ungaran

Transportasi

Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Saat ini sedang dibangun jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo, kota terbesar kedua di Jawa Tengah. Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi Bus Rapid Transit (BRT),sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway di Jakarta.
Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867.
Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) (terjemahan: Perseroan tak bernama Perusahaan Kereta Api Nederland-Indonesia) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen - Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api: Stasiun Semarang Tawang untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif, serta Stasiun Semarang Poncol untuk kereta api kelas ekonomi dan angkutan barang. Kereta api di antaranya jurusan Semarang-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Surabaya, Jakarta-Semarang-Jombang, Jakarta-Semarang-Malang.
Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Sejak tahun 2008 Bandara Ahmad Yani menjadi bandara Internasional dengan adanya penerbangan langsung ke luar negri, contohnya ke Singapura. Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.
Untuk memperlancar jalur transportasi ke arah kota/kabupaten di Jawa Tengah di Bagian Selatan terutama jalur padat Semarang-Solo, saat ini sedang dibangun Jalan Tol Semarang-Solo. Pada tahap pertama, pembangunan jalan tol tersebut telah dioperasikan sebagian, yaitu Semarang-Ungaran yang telah mulai digunakan tahun 2011.

Pendidikan

Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta. Berdasarkan data dari DAPODIK Kota Semarang 2010/2011, perguruan tinggi di Kota Semarang :


Selain itu di Semarang juga terdapat beberapa Sekolah Menengah Atas sangat baik dan unggul ,swasta maupun negeri terkemuka,
Sekolah Menengah Negeri Tersebut antara lain:

Sekolah Menengah Swasta Tersebut antara lain:

Media

Surat kabar yang terbit di Semarang antara lain: Harian Semarang (HarSem), Radar Semarang dan Meteor (Grup Jawa Pos), Suara Merdeka, Wawasan (Suara Merdeka Grup). Televisi lokal di Semarang adalah Semarang TV, TV Borobudur, Pro TV, Kompas TV dan TVKU. Radio di kota Semarang banyak diantaranya adalah Gajah Mada, Pop FM, CFM, 90.2 Trax FM, RCT, IBC, Smart FM, Sindo Radio FM, PAS FM, 92.6 FM Radio Idola, 88.6 ( Rhema FM) dan 102 FM Prambors Radio.

Kota kembar

Lain-lain

Seniman dan selebriti


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang