Sahabat
adalah suatu anugerah yang diberikan tuhan untuk kita, ia tahu akan
apa yang kita rasakan, ia ada di setiap kita butuh, setiap kita
merasa suka, bahkan saat kita berduka. Di setiap kegelapan, sahabat
akan memberikan sinarnya yang akan
menerangi jalan kita agar kita tidak tersesat yang kemudian terjatuh
lebih dalam di kegelapan.
Namun,
seorang sahabat tidaklah ada yang sempurna, ia tidak bisa seutuhnya
menjadi milik kita yang selalu berbagi
serta menemani langkah kita, sebab ia juga memiliki kehidupan sendiri
yang harus dijalani.
Berbeda
dengan sahabatku yang satu ini, ya... sahabat disabilitasku, ia ada
sejak aku kecil, ia selalu ada di setiap langkah kakiku, ada disetiap
detak jantungku, dan ada disetiap hembusan nafasku. Ia begitu setia
menemani hidup yang sementara ini, ia sungguh mengerti diriku sebab
ia bisa membuatku merasakan cinta dan kasih sayang dari orang –
orang terdekatku, sementara saat belum aku sadari, hal yang dapat aku
rasakan adalah hanya rasa putus asa dan penyesalan yang menyelimuti
hati dan otak ini. Sahabat disabilitasku dapat memotivasi diriku,
agar aku bisa menjadi lebih baik dari orang yang normal, karena tidak
semua orang normal dengan kelebihan yang mereka miliki dibanding aku,
dapat merasakan kasih sayang dari orang- orang terdekatnya, namun aku
berbeda, aku mempunyai kelebihan yang sangat istimewa yaitu sahabat
disabilitasku. Disaat aku terbaring lemah, hanya sahabat
disabilitasku yang mampu menemani tanpa mempunyai rasa lelah, tanpa
merasakan kantuk yang untuk sesaat akan terlelap dan terlepas untuk
menjagaku. Bahkan hingga detik terakhir dan hembusan nafas terakhir
yang dapat aku hembuskan, hanya ia... sahabat disabilitasku yang
mampu hadir menemani rohku yang perlahan - lahan lepas dari tubuhku.
Dan mengantar tangis orang – orang terdekatku yang dapat aku
artikan bahwa aku sangat berharga bagi mereka. Sehingga mereka tahu
betul tentang hal apa yang selama ini menemani hari - hariku.
Sahabat
disabilitasku, dirimu sangat dekat denganku, dimulai dari aku lahir,
kemudian aku berkembang tumbuh dewasa, engkau mampu memotivasi diri
ini untuk bertahan menghadapi rintangan hidup, hingga engkau
mengantar aku pulang ke surga dengan kesetiaan yang secara perlahan
aku lepas darimu dan untukmu wahai sahabat.
Terimakasih
sahabatku, denganmu aku dapat merasakan kasih sayang orang –orang
terdekatku, denganmu aku bisa merasakan
indahnya hidup walau itu terasa sekejap, denganmu aku dapat bersyukur
dan selalu berdoa kepada tuhan yang menjadikan aku merasa dekat dan
beriman kepada-Nya, serta denganmu aku dapat mengetahui arti
kesetiaan yang kau berikan. Hanyalah engkau sahabat sejati yang dapat
memberikan semua ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar