Rabu, 26 Desember 2012

Cara Sakti Untuk Melestarikan Sumber Air




Air adalah unsur alam terpenting dalam kehidupan, untuk kelangsungan hidup, semua makhluk butuh akan adanya air, mulai dari tumbuhan, hewan serta manusia. Dalam kajiannya, air adalah sumber daya alam yang tidak terbatas / sumber daya yang dapat di perbaharui, memang hal itu adalah benar, namun fakta yang ada sekarang, untuk mendapat air yang bersih dan dapat di konsumsi adalah hal yang sulit contohnya untuk daerah perkotaan yang di sebabkan adanya banyak pabrik yang “memproduksi” limbah yang kemudian mencemari sumber air. Jika ini berlangsung terus – menerus sementara jumlah penduduk meningkat, yang kemudian akan berdampak pada perluasan wilayah, serta perkembangan industri yang semakin cepat, maka hal ini dapat berdampak buruk bagi semua makhluk
            Kelangkaan air bersih di perkotaan juga disebabkan karena pembuangan sampah sembarang di sungai, yang akhirnya akan mengkotori air dan tidak sehat untuk kita gunakan, hal ini berkaitan dengan sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap kebersihan air serta akibat – akibat yang dapat ditimbulkan jika pembuangan sampah di alokasikan ke sungai. Memang benar kita sangat mudah mendapatkan air, namun tentu bukan air bersih yang sehat, melainkan air kotor yang tidak dapat di gunakan.
            Penebangan pohon di hutan tanpa penanaman kembali juga merupakan salah satu faktor dalam kelangkaan air yang ada, menurut saya saat ini hutan adalah aset berharga yang hampir punah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya hewan yang keluar dari hutan untuk berlindung yang kemudian bertransmigrasi ke pemukiman penduduk dan pada akhirnya akan mengganggu kelangsungan hidup manusia.
            Air adalah hal yang seharusnya berharga murah dan mudah di dapat, namun sekarang jika kita sadari, dengan fakta – fakta permasalahan air di suatu daerah, yang akhirnya mengakibatkan penduduk harus antri untuk mendapat air bersih, dengan ini air bisa dikatakan lebih mahal dari bahan bakar minyak yang mudah di dapat. Padahal BBM adalah sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui, kenapa hal ini bisa terjadi? Tentu hal ini akan menarik untuk kita bicarakan.
            Dari masalah – masalah yang saya uraikan di atas, kita dapat mengambil beberapa benang merah untuk masalah tersebut, yang antara lain karena limbah industri yang mencemari sumber air, pembuangan sampah ke sungai, sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap air, penebangan pohon yang tidak disertai dengan penanaman kembali.
            Menurut saya, beberapa solusi dari masalah – masalah di atas adalah :

1.      Masalah limbah industri

Limbah industri adalah masalah di berbagai daerah, yang berimbas pada rusaknya alam, contoh nyata yang hampir semua orang rasakan adalah pemanasan global. Selain itu adalah masalah pencemaran air yang sangat meresahkan.
Saya berpendapat atas masalah ini adalah dengan cara pengawasan pembuangan limbah, fokusnya pada pembuangan air, kita bisa menggunakan saluran air untuk mengatasi masalah ini, tentu dengan suatu alat penyaringan yang dipasang pada saluran air, seperti penyaringan pada sistem penyaringan lambat yang dikombinasikan dengan sistem penyaringan cepat , yaitu dengan penambahan pasir, kerikil dengan ukuran yang menaik, artinya adalah jumlah kerikil bertahap kebih banyak dengan 3 tingkatan, misalnya pertama 2cm, kedua 5cm, ketiga 7cm dengan tingkat kehalusan yang bebeda pula, kemudian di akhir diberi bebatuan yang di tata mendatar pada lubang saluran air, kemudian kita bisa gunakan bakteri Aerobacter sp, Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp, Saccharomyces C, Bacillus sp untuk menguraikan limbah. Dengan ini paling tidak kita akan mengurangi adanya polusi air.
Ilustrasinya adalah sebagai berikut :



Warna air yang agak gelap adalah air yang mengandung limbah, kemudian dengan diberi penyaringan berupa sistem penyaringan lambat yang di kombinasikan dengan sistem penyaringan cepat (pada tengah gambar) akan menghasilkan air yang lebih bersih. Setelah itu air yang lolos di tampung dalam penampungan dan diberi bakteri Aerobacter sp, Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp, Saccharomyces C, Bacillus sp yang dapat menguraikan limbah, kemudian disaring lagi agar air benar – benar bersih sebelum mengalir ke sungai. Hal ini memang agak sulit, namun kebijakan industri saya rasa dapat melakukan hal ini.

2.      Masalah pembuangan sampah ke sungai

Membuang sampah di sungai sudah menjadi tradisi hampir di semua kalangan, menurut saya hal ini dikarenakan adanya rasa malas yang memilih cara instan untuk membuang sampah di sungai tanpa melihat dampak buruk yang menanti di depan. Jika solusi kita fokuskan terhadap perbaikan perilaku masyarakat, ini hal ini tidaklah efisien. Sebab “mengatur” orang adalah hal yang sulit, pastinya ada pro dan kontra.
Saya berpendapat jika kita pasang alat untuk tiap ujung sungai / tiap pintu air seperti halnya penyaringan yang saya maksud di atas pada permasalahan limbah, kita dapat lebih mudah membersihkan air, maksud saya adalah memanfaatkan / membersihkan air sungai sebelum mancapai laut, yang akhirnya akan menjadi air asin yang tidak dapat kita gunakan, dengan sistem pembersihan seperti itu kita akan melihat air bersih di sungai. Sehingga kapasitas air bersih akan bertambah.
Hal lain dapat kita lakukan misalnya kita ambil air sungai kemudian kita tampung di sebuah penampungan, pada penampungan tersebut kita endapkan dengan tawas dan diberi kaporit, yang saya sebut dengan water purifier sederhana, ide saya adalah untuk lebih memanfaatkan air sungai yang ada tanpa “membuangnya” ke laut dengan sia – sia.
Dengan mekanisme sebagai berikut :



          
Keterangan :
  •  Atap adalah bahan yang menyerap panas, hal ini dimaksudkan agar pada siang hari air terkena panas matahari yang akan membunuh bakteri yang ada, memang tidak sampai 100° C, tapi jika kita lihat saat ini panas di siang hari saya rasa cukup untuk membunuh bakteri, namun panas yang ada tidak menguraikan bakteri yang terkandung di atap, kita gunakan bahan yang aman.
  • warna biru adalah Air dari sungai yang kita tampung
  • pipa putih adalah pipa untuk mengalirkan air yang bersih
  • lubang di kanan penampungan adalah lubang pada penampungan sebagai lubang penyaluran air ke pipa
  • kubang di kiri adalah saluran / lubang untuk pembuangan kotoran, pada lubang saluran air dan lubang pembuang kotoran tidak di buat sejajar hal ini dimaksudkan agar pada saat air mengalir, kotoran yang mengendap tidak terbawa oleh air. Sehingga kita dapatkan air yang cukup bersih, kemudian kotoran yang mengendap tersebut bisa kita buang melalui saluran pembuangan kotoran.

            Kemudian kita salurkan air yang bersih tadi ke penampungan lain (bak mandi atau sebagainya), memang hal ini akan membuat sebagian orang merasa jijik, namun saya rasa air ini cukup bersih sehingga dapat kita gunakan untuk keperluan mandi, jika untuk kita minum kita dapat gunakan pure it agar lebih steril dan sehat, bersih dari segala kuman sehingga kita dapatkan air yang siap untuk diminum.


3.      Masalah sikap masyarakat yang tidak peduli terhadap air

Kebanyakan dari orang tidak hemat dalam penggunaan air, misalnya terkadang kita lupa akan air yang sedang kita isi ke bak mandi, yang akhirnya akan meluap dan air terbuang sia – sia. Sekali lagi, jika kita mengubah perilaku orang, hal ini adalah sulit, maka menurut saya solusinya adalah kita gunakan suatu alarm yang jika air tersebut sampai di permukaan, alarm akan berbunyi sebagai tanda bahwa bak air sudah penuh.
Mekanismenya adalah sebagai berikut :



Pada bagian kanan bak, kita lihat suatu alat, jika di perbesar adalah sebagai berikut :


Tombol alarm, gunakan tombol yang sensitif, agar jika terkena sedikit sentuhan, tombol ini akan berfungsi.




Suatu bahan yang dapat mengapung, sehingga air mengapungkan bahan ini dan “menabrak” tombol alarm.
 
  Ilustrasinya adalah seperti gambar di samping, permasalahan utamanya adalah antara listrik dan air jika bertemu akan mengakibatkan konsleting, namun solusi saya adalah, timah yang ada kita masukkan kedalam suatu bola yang terbuat dari bahan lunak, sehingga air tidak dapat masuk dan sensitifitas tombol alarm juga masih ada.










Bisa di lihat pada gambar di bawah ini :


 Bagian yang coklat adalah timah (penghantar listrik) sementara bolanya adalah penyelubung untuk menghindari masuknya air.
Bola terbuat dari bahan yang lunak, misalnya karet, yang jika ditekan akan tetap naik.



                            Selain itu, jika kita berbicara tentang masyarakat, tentu hal ini mengenai banyak pihak, terutama pemerintah, terlebih kita bicarakan adalah air yang menjadi tanggung jawab kita bersama, yang saya maksudkan disini adalah tentang sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya air. Pengggunaan air yang secukupnya, mematikan keran air, mengefisiensikan air saat mencuci peralatan makan yang biasanya cara mencuci adalah dengan air mengalir dari keran, hal ini tanpa kita sadari adalah pemborosan, sementara solusinya adalah dengan menampung dahulu air, kemudian baru kita cuci peralatan, dan sebagainya. Serta pengadaan sumur sebagai sumber air terdekat bagi warga, sehingga kita tidak menghabiskan air tanah dalam (air yang berada di lapisan tanah terbawah, yang biasanya di ambil dengan pengeboran) yang jika habis akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan lapisan – lapisan yang ada di dalam bumi.

4.      Masalah penebangan pohon yang tidak di sertai penanaman kembali

                Fakta saat ini menunjukkan maraknya penebangan pohon secara berlebihan, yang mengakibatkan berbagai masalah, memang pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menggalakkan penanaman seribu pohon di berbagai daerah.
                Saran saya berikutnya adalah dimulai dari diri kita, dimulai dari lingkungan sekitar kita. Memang pertumbuhan penduduk sangat pesat sehingga muncul bangunan – bangunan beton yang menjadi tempat hidup manusia, dengan ini akan berkurangnya lahan penghijauan, perkotaan semakin padat dengan rumah yang berhimpit, dan sebagainya.
                Di mulai dari lingkungan sekitar kita, jika jumlah rumah semakin banyak, saran saya adalah bagaimana jika kita mewajibkan setiap rumah minimal ada 2 pohon yang “tertancap” di tanah, bukan di pot. Namun, bukan tanaman yang dapat merusak bangunan. Hal ini bisa dilakukan dengan adanya peran ketua RT / RW yang secara lebih dekat dapat memantau tiap rumah. Bayangkan jika hal ini dapat dilakukan di seluruh nusantara, tentu hal yang dapat kita lihat adalah penghijauan di pemukiman penduduk. Hal ini akan manambah kapasitas air bersih yang ada di bumi, selain itu akan menambah kadar oksigen yang dihasilkan tumbuhan tersebut.

            Hal di atas adalah beberapa cara sakti melestarikan sumber air bersih, di mulai dari diri kita, kesadaran akan pentingnya air, tentang kelangsungan hidup kita, serta tentang masa depan anak cucu kita kelak. Kita bisa dapatkan air bersih, kemudian kita gunakan pure it sebagai water purifier yang memiliki teknologi yang sangat membantu, agar mendapatkan air yang bebas dari kuman untuk kita konsumsi, kemudian akan menyehatkan tubuh kita. Maka dari itu mari kita jaga sumber air demi kelangsungan hidup di bumi, jangan biarkan bumi ini tanpa air bersih. Bersih air kita, jernih otak kita, sehat tubuh kita, maka akan maju bangsa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar